Strategi Bisnis

Thursday, April 11, 2013

Konsepsi Dasar Kewirausahaan



Pengantar : Mengapa Semakin Banyak Dibutuhkan Wirausahawan Baru?

      Tingkat pengangguran di setiap jenjang pendidikan sudah semakin parah dan perlu segera dicari pemecahannya melalui penciptaan lapangan kerja diberbagai sektor usaha. Dengan demikian,menjadi wirausahawan pada saat ini sangat diperlukan, tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi yang lebih penting dan mendesak adalah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
      Mengapa harus berwirausaha? Anda tentu masih ingat, saat Indonesia mengalami krisis pada tahun 1997-1998. Banyak perusahaan besar yang tumbang khususnya disektor perbankan, properti, dan pabrikan berbahan baku impor. Siapa yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis? Anda tentu sudah tahu, yaitu banyaknya pengusaha kecil dan menengah yang berdiri kokoh ditengah krisis. Pengusaha ini mampu bertahan karena memproduksi barang dan jasa dengan bahan baku dalam negeri dan berorientasi ekspor, tenaga kerja yang efisien, dan biaya tetap yang kecil.

Sukses Membutuhkan Kerja Keras

       Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Apapun jenis pekerjaan dan usaha kita, tanpa kerja keras tidak akan membuahkan hasil. Begitu pula jika anda ingin menjadi pengusaha (wirausahawan) sukses, maka usaha atau bisnis apapun akan dapat dilakukan dengan mudah apabila terlebih dahulu dibekali atau memiliki landasan yang kuat berupa pengalaman, pola pikir, kemampuan dan cara mengelola suatu usaha yang baik, serta motivasi yang kuat untuk menjadi pengusaha. Wirausahawan membutuhkan kemauan dan tujuan yang jelas, seperti apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya.

Pengertian Kewirausahaan

      Pengusaha atau wirausahawan (enterpreneur) adalah seorang yang menciptakan sebuah usaha atau bisnis yang dihadapkan dengan resiko dan ketidakpastian untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan bisnis dengan cara mengenali kesempatan dan memanfaatkan sumber daya yang diperlukan.

Ciri dan Sikap Wirausahawan

        Wirausahawan yang sukses haruslah orang yang mampu melihat ke depan, berfikir dengan penuh perhitungan, serta mencari pilihan dari  berbagai alternatif masalah dan solusinya. Geoffrey G. Merredith (1996) mengemukakan ciri-ciri wirausahawan sebagai berikut:
  1. Percaya diri : percaya diri merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi.
  2. Berorientasi pada Tugas dan Hasil : keberhasilan pencapaian tugas tersebut, sangat ditentukan pula oleh motivasi berprestasi, berorientasi pada keuntungan, kekuatan dan ketabahan, kerja keras, energik, serta berinisiatif.
  3. Berani mengambil resiko : untuk memperkecil kegagalan usaha maka seorang wirausahawan harus mengetahui peluang kegagalan. dengan mengetahui sumber kegagalan, maka kita dapat berusaha memperkecil resiko.
  4. Kepemimpinan : seorang wirausahawan harus menjadi pemimpin atas perubahan yang terjadi dengan meluncurkan produk-produk baru terlebih dahulu, menjadi pelopor dalam penciptaan produk yang unggul, atau memberikan nilai tambah yang berbeda dibanding para pesaing.
  5. Keorisinilan : nilai keorisinilan dari semua yang dihasilkan oleh wirausahawan akan sangat menentukan keberhasilan mereka dalam mencapai keunggulan bersaing.
  6. Berorientasi pada masa depan : pandangan ini menjadikan wirausahawan tidak cepat merasa puas dengan hasil yang diperoleh saat ini sehingga terus mencari peluang. 
Membangun Kewirausahaan

Ke-6 poin diatas saling bergantung dengan semangat kewirausahaan. Dan semangat itu harus dibangun berdasarkan asas pokok berikut ini:
1.      Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri.
  1. mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil resiko.
  2. kreatif dan inovatif.
  3. Tekun, teliti, dan produktif.
  4. Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.
Kelima asas pokok kewirausahaan tersebut diatas, berkaitan dan saling menunjang satu sama lain dan harus ada pada setiap diri wirausahawan dengan kondisi yang berbeda-beda.

Motivasi Menjadi Pengusaha Sukses

Mengalahkan Mitos
            Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Tidak hanya pendidikan saja tapi kepercayaan diri juga sangatlah penting untuk seorang pengusaha apalagi banyak mitos-mitos beredar. Oleh karena itu jangan percaya pada mitos-mitos terkait berwirausaha. Telah banyak riset yang dilakukan oleh para peneliti untuk memahami munculnya kewirausahaan, yang hasilnya memberikan pemahaman dan kebenaran bahwa mitos-mitos tersebut tidak boleh dipercaya. Berikut disajikan beberapa mitos yang selalu kita dengar ditengah masyarakat.
1.     Mitos : Wirausaha merupakan bakat dan keturunan.
Bakat memang dapat membantu seseorang menjadi pengusaha, namun bukanlah satu-satunya penentu untuk menjadi pengusaha. Kenyataannya, banyak pengusaha yang meraih kesuksesan yang diawali oleh adanya keterpaksaan dan kondisi hidup yang sulit, serta banyak pula pengusaha sukses bukan karena faktor keturunan.
2.     Mitos : pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir.
Banyak yang beranggapan bahwa pengusaha adalah pelaku yang langsung menjalankan usaha dilapangan. Padahal, pengusaha merupakan pelaku sekaligus pemikir. Wirausaha harus memiliki kecakapan dalam mempersiapkan bisnisnya dengan strategi, taktik, dan cara yang semuanya harus diputuskan berdasarkan pemikiran yang mendalam meski terdapat keputusan intuitif yang bisa saja dijalankan.
3.     Mitos : Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk.
Kewirausahaan sebagai disiplin ilmu dapat membantu mengusir mitos ini. Kewirausahaan mempunyai model, proses dan studi kasus yang menjelaskan bahwa karakteristik kewirausahaan sebenarnya dapat diciptakan.
4.     Mitos : Pengusaha adalah selalu sebagai investor.
Pengusaha merupakan orang yang bertindak sebagai investor atau orang yang menyetorkan modal, namun seorang investor juga harus memiliki perilaku yang inovatif. Banyak pengusaha meraih sukses bukan hanya sebagai investor, melainkan juga sebagai inovator.
5.     Mitos : Pengusaha membutuhkan keberuntungan.
Pengusaha disiapkan untuk menangkap peluang, dan ketika peluang itu muncul, sering kali dianggap sebagai “keberuntungan”. Kenyataannya, banyak pengusaha meraih sukses bukan berdasar keberuntungan semata.
6.     Mitos : Pengusaha harus selalu sukses dan tidak boleh gagal.
Pengusaha sukses selalu menbangun bisnisnya dengan jatuh bangun dan banyak yang mengalami kegagalan. Sebenarnya, kegagalan memberikan banyak pelajaran kepada mereka yang berkeinginan untuk terus belajar dan sering justru mengarahkan seseorang mencapai kesuksesan dimasa mendatang.
7.     Mitos : Pengusaha adalah sama seperti penjudi.
Pengusaha tidak dapat sama dikatakan dengan penjudi. Semua usaha pasti tidak terlepas dari sebuah resiko, dari resiko kecil sampai besar. Seorang penjudi tidak dapat menghitung resikonya dan mendapatkan kemenangan hanya dari keberuntungan, sedangkan pengusaha mendapatkan keuntungan atau kesuksesan dari menghitung resiko.

Mengubah Pola Pikir
Merubah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan tidaklah mudah serta membutuhkan kerja keras dan banyak pengorbanan, apalagi menyangkut pola pikir dari seorang individu. Mengubah pola pikir memerlukan keberanian dan kerelaan, karena tanpa itu semua tidak akan terjadi perubahan apa-apa. Jadi, pengusaha harus mengidentifikasi kondisi yang tidak pasti dan tidak dapat diprediksi dari peluang bisnis potensial yang ada dan segera mengambil kesempatan tersebut dengan penuh percaya diri.

Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar
Goerge W. Ladd, seorang ahli ekonomi dari Lowa State University yang menulis buku berjudul  Artistic Research Tools For Scientific Minds, mengemukakan suatu pemikiran yang menarik melalui proses mental bawah sadar berupa imajinasi dan intuisi yang dapat membantu kemajuan usaha. Proses mental bawah sadar dapat menbantu kita melaksanakan kehidupan sehari-hari. Banyak gagasan berasal dari pikiran bawah sadar, namun tidak semua orang bisa memanfaatkannya. Kerugian yang didapat bila gagasan/pikiran yang muncul saat ini tidak segera dimanfaatkan adalah pikiran/gagasan tersebut belum tentu muncul lagi di masa yang akan datang.

Motivasi berprestasi
Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
  • berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko untuk mengejar tujuan.
  • dapat mendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada.
  • mempunyai prilaku yang agresif dalam mengejar tujuan dan berorientasi pada tujuan dan hasil.
  • mau belajar dari pengalaman.
  • memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus.

Thursday, April 4, 2013

Menerapkan Sikap Mental Bisnis Orang Cina


Pada tataran nasional, saat ini kita banyak mengenal pengusaha dengan peranan penting yang sebagian besar merupakan orang Cina. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan bisnis orang Cina didasari oleh suatu budaya, seni, cara, dan etika yang sudah diterapkan selama puluhan tahun dan perlu kita pelajari dan implementasikan dalam rangka menciptakan generasi pengusaha yang tangguh.
            Menjadi pengusaha tangguh tentunya mempunyai mental yang kuat dan bagaimanakah orang cina mengembangkan sikap mental mereka?
1.      Budaya Bisnis Cina
Salah satu tujuan orang cina berdagang adalah memperoleh kekayaan. Tapi tidak hanya itu, orang cina juga selalu focus dalam mencapai tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus-menerus, sehingga ada ungkapan dalam bahasa Cina, yang dapat diartikan, " Jika dahulu bapaknya berjualan air dipinggir jalan, anaknya akan membuka restoran, dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan." Kalimat ini menunjukan bahwa dalam budaya Cina terdapat prinsip generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Prinsip tersebut pada saat ini dikenal dengan istilah perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus.
2.      Sistem dan Seni Bisnis Cina
Sistem perdagangan yang dianut orang Cina adalah sistem perdagangan yang berorientasi pada pelanggan. Pengertian sistem dalam hal ini menunjukkan interaksi atau keterkaitan antara pelaku usaha atau bagian dengan bagian lain dalam suatu usaha.
Seni bisnis Cina adalah upaya menyelaraskan gerakan yang indah sesuai dengan kaidah/norma dan dapat dinikmati oleh semua orang,  khususnya pedagang dan pelanggan. Seni bisnis Cina adalah suatu gerakan yang bersifat fleksibel, yaitu proses penyesuaian diri dan membaca perilaku pelanggan sehingga seorang dapat mengerti seluk beluk yang berkaitan dengan perdagangan serta mampu, terampil,dan menguasainya.
3.      Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina
Seringkali kita melihat banyak keberhasilan yang diperoleh orang Cina dalam berusaha. Hampir semua mall, hotel, dan ruko di seluruh Indonesia didominasi orang Cina. Apa rahasia keberhasilan orang Cina? Dan apa kita bisa meniru? Berikut adalah rahasia keberhasilan orang Cina.
Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan. Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Selain faktor yang terkait dengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang Cina jugua didorong oleh etika bisnis Cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan oleh orang Cina dalam melakukan usaha.
4.      Cara Bisnis Orang Cina
Berikut adalah cara-cara bisnis orang Cina yang dapat kita tiru dan kembangkan lagi sehingga akan memperkuat bisnis:
a.       Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
b.      Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
c.       Bekerja minimal 18 jam sehari.
d.      Harus fleksibel dan  beradaptasi dengan kondisi yang ada.
5.      Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
6.      Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.
7.      Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tinggi, dan pantang menyerah.
8.      Citra (image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
9.      Lebih suka memperkerjakan sanak keluarganya sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
10.  akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.
11.  Sebagian keuntungan harus disimpanuntuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

Wednesday, March 20, 2013

Persiapan Pribadi Pengusaha Muda

"Yang muda yang kreatif dan bergaya,"  istilah yang cocok diberikan kepada kaula muda yang penuh dengan energi sehingga lebih gesit dan lincah serta memiliki daya kreatifitas yang tinggi, dan cepat mengambil tindakan yang cukup berani.

Untuk menjadi pengusaha muda ada beberapa yang harus dipersiapkan, yaitu: 

  • Membangun Kepribadian Pengusaha muda dengan cara mengenal diri sendiri, mengenal bakat dan kemampuan
  • Mempersiapkan Perubahan Sikap Mental seperti tekun dan sabar, siap menghadapi ketidakpastian, berani mengambil resiko dan jangan sampai rugi

Dan untuk menjadi pengusaha muda yang sukses diperlukan keterampilan Softskill yang harus dikuasai, yaitu:

  • Menjaga reputasi
  • Kemampuan membangun jaringan 
  • Kemampuan persuasi dan negoisasi