Strategi Bisnis

Thursday, April 4, 2013

Menerapkan Sikap Mental Bisnis Orang Cina


Pada tataran nasional, saat ini kita banyak mengenal pengusaha dengan peranan penting yang sebagian besar merupakan orang Cina. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan bisnis orang Cina didasari oleh suatu budaya, seni, cara, dan etika yang sudah diterapkan selama puluhan tahun dan perlu kita pelajari dan implementasikan dalam rangka menciptakan generasi pengusaha yang tangguh.
            Menjadi pengusaha tangguh tentunya mempunyai mental yang kuat dan bagaimanakah orang cina mengembangkan sikap mental mereka?
1.      Budaya Bisnis Cina
Salah satu tujuan orang cina berdagang adalah memperoleh kekayaan. Tapi tidak hanya itu, orang cina juga selalu focus dalam mencapai tujuan. Dan untuk mencapai tujuan tersebut harus dilakukan secara konsisten melalui peningkatan serta perbaikan secara terus-menerus, sehingga ada ungkapan dalam bahasa Cina, yang dapat diartikan, " Jika dahulu bapaknya berjualan air dipinggir jalan, anaknya akan membuka restoran, dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi air dalam kemasan." Kalimat ini menunjukan bahwa dalam budaya Cina terdapat prinsip generasi mendatang harus lebih baik dari generasi sebelumnya. Prinsip tersebut pada saat ini dikenal dengan istilah perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus.
2.      Sistem dan Seni Bisnis Cina
Sistem perdagangan yang dianut orang Cina adalah sistem perdagangan yang berorientasi pada pelanggan. Pengertian sistem dalam hal ini menunjukkan interaksi atau keterkaitan antara pelaku usaha atau bagian dengan bagian lain dalam suatu usaha.
Seni bisnis Cina adalah upaya menyelaraskan gerakan yang indah sesuai dengan kaidah/norma dan dapat dinikmati oleh semua orang,  khususnya pedagang dan pelanggan. Seni bisnis Cina adalah suatu gerakan yang bersifat fleksibel, yaitu proses penyesuaian diri dan membaca perilaku pelanggan sehingga seorang dapat mengerti seluk beluk yang berkaitan dengan perdagangan serta mampu, terampil,dan menguasainya.
3.      Etika dan Rahasia Keberhasilan Orang Cina
Seringkali kita melihat banyak keberhasilan yang diperoleh orang Cina dalam berusaha. Hampir semua mall, hotel, dan ruko di seluruh Indonesia didominasi orang Cina. Apa rahasia keberhasilan orang Cina? Dan apa kita bisa meniru? Berikut adalah rahasia keberhasilan orang Cina.
Beberapa faktor yang mendorong keberhasilan orang Cina adalah banyaknya kemiskinan, perasaan kurang aman ditempat orang lain, kemampuan bertahan hidup ditempat orang lain, tidak adanya pilihan lain, dan ajaran falsafah hidup konfusiusme. Dalam sistem sosial orang Cina, anak laki-laki adalah ahli waris keturunan. Salah satu cara menunjukkan penghormatan kepada orang tua dan mengangkat derajat keluarga adalah menjadi kaya. Satu-satunya cara menjadi kaya adalah melalui kegiatan perdagangan. Uang jangan pernah dijadikan sebagai penghalang. Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan, yang terpenting harus tabah dan sanggup untuk hidup susah.
Selain faktor yang terkait dengan sistem sosial, kerja keras, masalah ekonomi, dan rasa kurang aman, keberhasilan orang Cina jugua didorong oleh etika bisnis Cina. Etika bisnis ini merupakan pegangan atau pedoman akan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak dilakukan oleh orang Cina dalam melakukan usaha.
4.      Cara Bisnis Orang Cina
Berikut adalah cara-cara bisnis orang Cina yang dapat kita tiru dan kembangkan lagi sehingga akan memperkuat bisnis:
a.       Untuk dapat menjadi pedagang sukses harus mendapatkan keyakinan dari pelanggan.
b.      Tidak boleh pelit mengeluarkan biaya tambahan untuk memikat hati pelanggan.
c.       Bekerja minimal 18 jam sehari.
d.      Harus fleksibel dan  beradaptasi dengan kondisi yang ada.
5.      Tempat usaha harus mudah diakses dan menarik perhatian konsumen untuk mengunjunginya.
6.      Tidak boleh semata-mata mengikuti pola pikirnya, tetapi mengikuti perilaku, minat, dan kehendak orang banyak.
7.      Bekerja sendiri supaya dapat mandiri serta memiliki daya juang, semangat tinggi, dan pantang menyerah.
8.      Citra (image) dibentuk dengan pelayanan yang diberikan bukan pada gaya dan kebaikan berpakaian.
9.      Lebih suka memperkerjakan sanak keluarganya sendiri untuk membantu kegiatan perdagangan.
10.  akan merasa rendah diri jika gagal hidup mandiri dan hanya mendapat gaji sepanjang hidupnya.
11.  Sebagian keuntungan harus disimpanuntuk mengembangkan kegiatan perdagangan dan menghadapi kemungkinan apa pun yang terjadi di luar dugaan, sebagian digunakan untuk modal kerja.

No comments:

Post a Comment