Pengantar : Mengapa Semakin Banyak
Dibutuhkan Wirausahawan Baru?
Tingkat pengangguran di setiap jenjang pendidikan sudah semakin parah dan perlu
segera dicari pemecahannya melalui penciptaan lapangan kerja diberbagai sektor
usaha. Dengan demikian,menjadi wirausahawan pada saat ini sangat diperlukan,
tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi yang lebih penting dan
mendesak adalah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan menciptakan
lapangan kerja bagi orang lain.
Mengapa harus berwirausaha? Anda tentu masih ingat, saat Indonesia mengalami
krisis pada tahun 1997-1998. Banyak perusahaan besar yang tumbang khususnya
disektor perbankan, properti, dan pabrikan berbahan baku impor. Siapa yang
menyelamatkan bangsa Indonesia dari krisis? Anda tentu sudah tahu, yaitu
banyaknya pengusaha kecil dan menengah yang berdiri kokoh ditengah krisis. Pengusaha
ini mampu bertahan karena memproduksi barang dan jasa dengan bahan baku dalam
negeri dan berorientasi ekspor, tenaga kerja yang efisien, dan biaya tetap yang
kecil.
Sukses Membutuhkan Kerja Keras
Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras.
Apapun jenis pekerjaan dan usaha kita, tanpa kerja keras tidak akan membuahkan
hasil. Begitu pula jika anda ingin menjadi pengusaha (wirausahawan) sukses,
maka usaha atau bisnis apapun akan dapat dilakukan dengan mudah apabila
terlebih dahulu dibekali atau memiliki landasan yang kuat berupa pengalaman,
pola pikir, kemampuan dan cara mengelola suatu usaha yang baik, serta motivasi
yang kuat untuk menjadi pengusaha. Wirausahawan membutuhkan kemauan dan tujuan
yang jelas, seperti apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya.
Pengertian Kewirausahaan
Pengusaha
atau wirausahawan (enterpreneur) adalah seorang yang menciptakan sebuah usaha
atau bisnis yang dihadapkan dengan resiko dan ketidakpastian untuk memperoleh
keuntungan dan mengembangkan bisnis dengan cara mengenali kesempatan dan
memanfaatkan sumber daya yang diperlukan.
Ciri dan Sikap Wirausahawan
Wirausahawan yang sukses haruslah orang yang mampu melihat ke depan, berfikir
dengan penuh perhitungan, serta mencari pilihan dari berbagai alternatif
masalah dan solusinya. Geoffrey G. Merredith (1996) mengemukakan ciri-ciri
wirausahawan sebagai berikut:
- Percaya diri : percaya diri merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi.
- Berorientasi pada Tugas dan Hasil : keberhasilan pencapaian tugas tersebut, sangat ditentukan pula oleh motivasi berprestasi, berorientasi pada keuntungan, kekuatan dan ketabahan, kerja keras, energik, serta berinisiatif.
- Berani mengambil resiko : untuk memperkecil kegagalan usaha maka seorang wirausahawan harus mengetahui peluang kegagalan. dengan mengetahui sumber kegagalan, maka kita dapat berusaha memperkecil resiko.
- Kepemimpinan : seorang wirausahawan harus menjadi pemimpin atas perubahan yang terjadi dengan meluncurkan produk-produk baru terlebih dahulu, menjadi pelopor dalam penciptaan produk yang unggul, atau memberikan nilai tambah yang berbeda dibanding para pesaing.
- Keorisinilan : nilai keorisinilan dari semua yang dihasilkan oleh wirausahawan akan sangat menentukan keberhasilan mereka dalam mencapai keunggulan bersaing.
- Berorientasi pada masa depan : pandangan ini menjadikan wirausahawan tidak cepat merasa puas dengan hasil yang diperoleh saat ini sehingga terus mencari peluang.
Membangun Kewirausahaan
Ke-6
poin diatas saling bergantung dengan semangat kewirausahaan. Dan semangat itu
harus dibangun berdasarkan asas pokok berikut ini:
1.
Kemauan kuat untuk berkarya
(terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri.
- mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil resiko.
- kreatif dan inovatif.
- Tekun, teliti, dan produktif.
- Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.
Kelima asas pokok kewirausahaan
tersebut diatas, berkaitan dan saling menunjang satu sama lain dan harus ada
pada setiap diri wirausahawan dengan kondisi yang berbeda-beda.